Skip to main content

Pengertian What the Hell

Halo semuanya, ketemu lagi dengan saya, Teacher Iman. Kali ini saya mau membahas mengenai arti dari [what the hell] yang berdiri sendiri.  Kalau di artikel yang sebelumnya, saya juga sudah pernah membahas arti dari [what the hell] ini tapi artikel yang dulu itu lebih ke [the hell] yang ditambahkan ke dalam sebuah kalimat. Kalian bisa melihat juga contoh adegan dari film yang saya sertakan di artikel tersebut.      Baca juga: Arti What the Hell Nah, di artikel ini saya akan mengumpulkan adegan-adegan dari film di mana yang diucapkan hanya kalimat [what the hell] tanpa tambahan kata-kata lain.  Kalau kalian suka dengan artikel-artikel yang saya tulis di blog ini, kalian bisa support saya dengan berdonasi agar saya bisa terus berkarya dan terus menulis.  Kalau kalian mau support dengan mentraktir saya cendol, silakan klik pada gambar di bawah ini. Atau kalian juga bisa subscribe di youtube channel saya dengan mengklik  DI SINI  ya.  Kalau begitu yuk mari kita bahas. Arti Dari What the Hel

Pentingnya Mempelajari English Pronunciation Ketimbang Grammar!

Halo teman-teman para English Learners dimanapun teman-teman berada, di artikel pentinganya mempelajari english pronunciation ketimbang grammar ini saya mau sharing aja, kebetulan barusan menonton videonya Lucy, seorang guru bahasa Inggris dari UK. Dia membuat di video di youtube dan saya baru menontonnya.

Buat teman-teman yang para grammar guru atau yang sangat memperhatikan grammar, pokoknya bahasa Inggris itu harus grammar! Hihihi kriuk kriuk, mungkin judul artikel saya akan membuat teman-teman agak sedikit gimana gitu ya? Tapi ini sebenarnya cuma judul aja, untuk menarik perhatian agar teman-teman membaca. Hehehe..

Pentingnya Mempelajari English Pronunciation

Saya nonton videonya English With Lucy yang mana videonya sudah dia hapus. Di video itu dia bercerita mengenai pengalaman dia di dalam mengajar bahasa Inggris, dimana ada satu muridnya dia yang seorang dokter gigi dan kemudian ingin belajar bahasa Inggris dengan kemudian mereka janjian ketemuan di sebuah tempat. Disitu sang dokter tersebut salah mengucapkan, salah melafalkan kata peanuts menjadi penis.

Kita juga sering mengalami hal seperti itu kan? Kebetulan sang dokter itu adalah orang Spanyol, yang mungkin susah buat mereka melafalkan kata peanuts dengan benar sehingga tidak terdengar seperti bunyi penis.

Kalau teman-teman baca komentar-komentar yang ada di video ini juga teman-teman akan mendapatkan juga bahwa memang pronunciation yang baik itu sangat penting. Kenapa? Karena dengan kita melafalkan kata tersebut dengan benar, maka orang yang kita ajak berbicara dengan kita tidak akan salah mengerti dengan apa yang kita ucapkan.

Grammar Penting Namun Pronunciation Lebih Penting

Kenapa saya bilang bahwa pronunciation itu lebih penting daripada grammar? Kita bisa saja berbicara dengan grammar yang luar biasa baik sekali, tapi kalau pronunciation kita buruk, maka orang yang kita ajak berbicara hanya akan bengong dan ngga ngerti sama sekali kita ngomong apa.

Teman-teman pernah berbicara dengan orang Barat yang sudah lama belajar bahasa Indonesia tapi pengucapannya masih kaya orang Barat? Misalnya, mana uyjaan, beyceekk, enngga ayda oyjek, yang sering jadi bahan becandaan. Nah itu mendingan masih bisa jelas kita terima kata-katanya. Oh bisa kita dengar dengan baik, tapi gimana dengan yang mereka ucapkan tapi kita ngga mengerti dia ngomong apa padahal struktur grammarnya sangat baik.

Misalnya, dia mengatakan kepada kita, "Seyha hindhe menggembel berreng di timphe penggembelan bereng itwoo". Nah bingung ngga? Berkali-kali dia coba jelaskan dengan berbicara, dan berulang kali tetap aja kita ngga mengerti maksudnya kalimatnya dia. Baru kemudian ketika dia menuliskannya di sebuah kertas, dan kertas itu dia tunjukkan kepada kita, barulah kemudian kita mengerti maksudnya.

"Saya hendak mengambil barang di tempat pengambilan barang itu". Kita begitu baca tulisannya dia langsung.. Oooo ngomong itu tho! Secara grammar baik kan? Ngga ada masalah dengan grammarnya, tapi kenapa kita tidak mengerti ketika bule tersebut mengucapkannya dengan mulutnya? Karena pronunciationnya buruk, atau tidak sama dengan cara orang Indonesia mengucapkan, sehingga kita tidak bisa mengerti apa yang dia ucapkan.

Masalahnya kita kan berbicara menggunakan lisan, menggunakan media suara kan? Kita kalau berbicara itu tidak menggunakan tulisan kan? Kalau kondisinya kita chat dengan bule tersebut maka tidak akan ada masalah sama sekali, karena secara tulisan struktur grammarnya benar dan kita tidak perlu mendengar dia berbicara. Langsung menjadi masalah yang sangat besar ketika kita bertemu dengan bule tersebut dan mulai percakapan secara langsung.

Nah itulah yang akan terjadi kepada kita kalau pronunciation kita BURUK!! Makanya saya bilang bahwa pronunciation itu sangat penting ketimbang grammar! Kecuali kalau memang kita berkomunikasinya menggunakan media tulisan. Kalau kita berkomunikasinya selalu menggunakan media tulisan maka itu ngga akan menjadi masalah. Grammarnya saja yang dikuatkan kalau memang kalau kita berkomunikasi selalu menggunakan media tulisan.

Saya punya cerita seorang teman yang bekerja di kantor, dia sering mengemail ke kantor pusatnya yang berada di London. Kebetulan grammar bahasa Inggrisnya teman saya ini bagus. Dia tiap kali berhubungan dengan kantor pusat dengan menggunakan media e-mail tidak masalah dan sangat baik sekali. Namun kemudian ketika meeting langsung dengan orang bule, nah disitulah kemudian masalah itu menjadi timbul. Orang bule itu sama sekali tidak mengerti apa yang dia ucapkan karena kebetulan memang pronunciation teman saya itu bisa dibilang buruk.

Nah jadi itulah pentingnya mempelajari english pronunciation ketimbang grammar. Bagusnya sih memang dua-duanya juga dipelajari! Tapi sebenarnya kalau pronunciation kita bagus, tapi grammar kita amburadul, orang bule masih akan ngerti lho apa yang kita ucapkan. Saya beri contoh ya, misalnya kita ketemu dengan orang bule yang secara pronunciationnya bagus, dia sudah bisa meniru pengucapan bahasa Indonesia yang sama dengan orang Indonesia, tapi grammarnya masih sangat ancur banget. Kemudian dia berkata seperti ini, "Saya pasar pergi mau ke".

Sesaat kita akan diem mendengarkan, dan kemudian kita bisa merangkaikan kata-kata tersebut yang dia sebutkan secara amburadul. Lalu kita akan bilang, maksudnya itu "Saya mau pergi ke pasar", kita bisa membetulkan grammarnya si bule tadi. Tapi kita tetap mengerti maksud ucapan dari si bule itu. Nah itulah yang akan terjadi kalau pronunciation kita bagus. Ketika kita berbicara dengan orang bule, dia akan membantu menyusunkan kalimat kita yang amburadul tersebut, tapi kalau pronunciation kita amburadul, boro-boro dia bisa membantu membetulkan kalimat kita. Dia ngga tahu kita ngomong apa, dan yang ada dia hanya bengong menatap kita, sambil berkali-kali ngomong, "What did you just say??"

Masih mending sih kalau dia ngga bengong dan ngga ngerti sama sekali. Kalau kejadiannya sama dengan videonya si Lucy itu gimana? Gara-gara salah melafalkan maka artinya langsung jadi lain dan jadi marah deh orang yang kita ajak ngobrol, karena dia salah mengartikan kalimat kita. Sama seperti si Spanyol yang maksudnya mengatakan peanuts, tapi terdengarnya adalah "penis" di telinganya Lucy. Kan jadi berabe tho kalau seperti itu?

Nah sekian dulu kalau begitu sharing dari saya mengenai pentingnya mempelajari english pronunciation ketimbang grammar. Nanti di artikel yang lain saya akan sharing gimana sih caranya mempelajari pronunciation kita agar pelafalan kita ketika mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris terdengar sama dengan orang bule. Sampai ketemu lagi yaa.. Wassalam!

Comments