Skip to main content

Pengertian What the Hell

Halo semuanya, ketemu lagi dengan saya, Teacher Iman. Kali ini saya mau membahas mengenai arti dari [what the hell] yang berdiri sendiri.  Kalau di artikel yang sebelumnya, saya juga sudah pernah membahas arti dari [what the hell] ini tapi artikel yang dulu itu lebih ke [the hell] yang ditambahkan ke dalam sebuah kalimat. Kalian bisa melihat juga contoh adegan dari film yang saya sertakan di artikel tersebut.      Baca juga: Arti What the Hell Nah, di artikel ini saya akan mengumpulkan adegan-adegan dari film di mana yang diucapkan hanya kalimat [what the hell] tanpa tambahan kata-kata lain.  Kalau kalian suka dengan artikel-artikel yang saya tulis di blog ini, kalian bisa support saya dengan berdonasi agar saya bisa terus berkarya dan terus menulis.  Kalau kalian mau support dengan mentraktir saya cendol, silakan klik pada gambar di bawah ini. Atau kalian juga bisa subscribe di youtube channel saya dengan mengklik  DI SINI  ya.  Kalau begitu yuk mari kita bahas. Arti Dari What the Hel

Aturan Penggunaan Article The

Halo teman-teman, sekarang kita lanjut lagi pembahasan kita mengenai article the. Di tulisan saya yang kemarin Article Dalam Bahasa Inggris Bagian Kedua, kita sudah membahas mengenai article the, nah sekarang kita akan lebih detail nih membahas mengenai aturan penggunaan article the ini.

Kapan kita bisa menggunakan the dan kapan kita tidak bisa atau tidak perlu menggunakan article the ini. Yuk langsung aja kita bahas.

Aturan Di Dalam Penggunaan Article The

Nah sekarang yang akan kita bahas kali ini adalah kapan kita bisa menggunakan article the ya, dan nanti di tulisan saya selanjutnya kita baru akan membahas kapan kita tidak perlu atau tidak bisa menggunakan article the tersebut.

Kita menggunakan article the pada saat :
  1. Kita menuliskan urutan angka. Urutan angka seperti pertama, kedua, ketiga, yang kalau dalam bahasa Inggris first, second, third dan seterusnya. Misalnya saya beri contoh, the First Amendment atau the third floor.
  2. Ketika kita menuliskan kata school, college, university (ketika frase katanya bermula dengan salah satu dari kata-kata tersebut). Contohnya misalnya The School of Fine Arts, the University of Southern California
  3. Ketika kita menuliskan nama samudera, lautan, sungai, teluk atau kumpulan danau. Contohnya misalnya, the Pacific Ocean, the Caspian Sea, the Mississippi River, the Gulf of Mexico, the Finger Lakes.
  4. Ketika kita menuliskan nama pegunungan, contohnya misalnya the Smoky Mountains, the Andes.
  5. Ketika kita menuliskan perang (kecuali perang dunia), contohnya misalnya the Vietnam war, the War of 1812.
  6. Ketika kita menuliskan beberapa nama negara atau sekumpulan negara dengan lebih dari satu kata (kecuali Great Britain), contohnya antara lain the United States, the United Kingdom, the United Arab Emirates.
  7. Ketika kita menuliskan nama matahari, bulan atau bumi, contohnya yaitu the sun, the moon dan the earth.
Nah kira-kira seperti itu teman-teman aturannya, teman-teman bisa mulai memperhatikan aja, tulisan atau artikel, misalnya di CNN atau di the Guardian atau di BBC, sehingga nanti teman-teman akan lebih mengenal dan lebih paham lagi dan bisa langsung melihat contohnya di artikel yang teman-teman baca.

Biasanya kalau kita mulai belajar kita akan mulai perhatian dengan apa yang kita baca, tapi kalau kita tidak belajar ya kita biasanya tidak seperhatian kalau kita lagi belajar. Nah kalau begitu saya sudahi dulu saja ya pembahasan kita mengenai aturan penggunaan article the ini. Dan sampai ketemu lagi di sharing-sharing saya yang berikutnya ya. Wassalam.

Comments

  1. Selamat pagi pak saya mau tanya terkait penggunaan article "The", kenapa pada kata 'Saturn's Moon Titan" tidak diawali dengan "The"..padahal ia merupakan satu-satu nya di dunia dan saya rasa sama kasus dengan penggunaan "The Moon,The Earth".terimakasih pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, kalau kita melihat dari ranah linguistik, salah satu ciri dari bahasa itu adalah arbitrer atau mana suka, maksudnya adalah bahasa digunakan berdasarkan kesepakatan bersama dari penggunanya, sehingga hal ini pada akhirnya menjadi penyebab kenapa muncul pengecualian-pengecualian. Coba perhatikan deh di semua aturan grammar di bahasa-bahasa di dunia, selalu ada pengecualiannya, contoh misalnya bentuk plural dari book itu kan books, biasanya kan ditambahin s kan ya, terus kenapa kalau bentuk plural dari sheep tetap sheep? Dan bukannya sheeps? Jadi karena faktor arbitrer dari sebuah bahasa inilah kemudian muncullah pengecualian-pengecualian untuk banyak hal. Seperti itu kira-kira mba.. :-)

      Delete

Post a Comment