Skip to main content

Pengertian What the Hell

Halo semuanya, ketemu lagi dengan saya, Teacher Iman. Kali ini saya mau membahas mengenai arti dari [what the hell] yang berdiri sendiri.  Kalau di artikel yang sebelumnya, saya juga sudah pernah membahas arti dari [what the hell] ini tapi artikel yang dulu itu lebih ke [the hell] yang ditambahkan ke dalam sebuah kalimat. Kalian bisa melihat juga contoh adegan dari film yang saya sertakan di artikel tersebut.      Baca juga: Arti What the Hell Nah, di artikel ini saya akan mengumpulkan adegan-adegan dari film di mana yang diucapkan hanya kalimat [what the hell] tanpa tambahan kata-kata lain.  Kalau kalian suka dengan artikel-artikel yang saya tulis di blog ini, kalian bisa support saya dengan berdonasi agar saya bisa terus berkarya dan terus menulis.  Kalau kalian mau support dengan mentraktir saya cendol, silakan klik pada gambar di bawah ini. Atau kalian juga bisa subscribe di youtube channel saya dengan mengklik  DI SINI  ya.  Kalau begitu yuk mari kita bahas. Arti Dari What the Hel

Bedanya House Dan Home

Bedanya House Dan Home
Apa sih bedanya house dan home itu? Mungkin banyak teman yang bertanya-tanya mengenai hal ini, karena dua-duanya sama-sama bisa diartikan  sebagai rumah.

Ternyata memang dua kata tersebut mempunyai perbedaan makna dan juga perbedaan di dalam penggunaanya. Nah yuk mari kita bahas mengenai hal ini.






 

Perbedaan House Dengan Home

Apa sih perbedaan antara house dengan home? Kalau house itu lebih mengacu kepada sebuah bangunan, ada bentuk fisiknya yang bisa kita lihat. Sementara kalau home itu adalah tempat dimanapun yang bisa membuat kita nyaman, jadi ngga selalu harus berbentuk rumah. Home itu lebih personal dan ada unsur emosi kita nyaman disitu sementara house yang udah gitu aja, bangunan secara fisik.

Penggunaan kata house dalam sebuah kalimat misalnya, "I am going to stay at Linda's house tonight. (Saya akan menginap di rumah Linda malam ini)". Pada kalimat ini jelas ada bangunan fisiknya yaitu rumah Linda yang bisa kita lihat, sementara home bisa kita gunakan untuk misalnya tempat yang kita merasa nyaman sekali, lalu kita berkata misalnya, "Japan is like my second home to me. (Jepang seperti rumah kedua bagi saya)".

Kita berkata seperti itu karena kita nyaman dan betah sekali tinggal di Jepang misalnya. Bentuk rumahnya ngga terlihat ya dalam kasus kalimat di atas yang saya gunakan? Jadi teman-teman tinggal memperhatikan saja kemudian ketika ingin menggunakan dan ingin merangkai kalimat dengan menggunakan house atau home ini.

Misalnya, "I am going home" dan bukan "I am going house", kalau kita ingin menggunakan kata house berarti kalimatnya dirubah menjadi, "I am going to my house".

Atau seseorang yang berkata, "My office is my home (Kantor saya adalah rumah saya)". Itu berarti bahwa dia sangat mencintai pekerjaannya sehingga sampai menganggap kalau kantornya itu sudah seperti rumah baginya atau bisa jadi dia sangat sering berada di kantornya sehingga kantornya itu sudah seperti rumahnya saja.

Dan dalam kalimat, "I will go home. (Saya akan pulang)" dan bukan "I will go house". I will go home lebih menjelaskan dia ingin pulang, pulang ini bisa ke rumahnya dia atau bisa ke tempat yang membuat dia nyaman. Sementara kalau menggunakan house yang benar adalah "I will go to my house" dan bukannya "I will go to my home", karena dia berbicara "I will go to my house" itu artinya dia ingin pergi ke rumahnya yang ada bentuk nyatanya.

Kira-kira seperti itu teman-teman, nanti teman-teman bisa lebih memperhatikan lagi misalnya di film-film ketika lagi menonton film mengenai kapan orang bule menggunakan kata home dan kapan orang bule menggunakan kata house.

Kalau begitu sampai ketemu lagi di sharing saya selanjutnya ya, dan saya sudahi dulu pembahasan kita mengenai apa bedanya house dan home ini. Sampai ketemu lagi dan wassalam teman-teman semua.

Comments