Skip to main content

Arti Suit Up

Suit up artinya adalah,Memakai seragam atau baju khusus.
Halo, ketemu lagi dengan saya, Teacher Iman. Kali ini kita akan membahas arti dari phrasal verb suit up, dan seperti biasa, kita akan menonton cuplikan adegan dari film di mana diucapkan phrasal verb suit up ini.     Baca juga: Arti Meet MeKalau begitu yuk langsung saja kita bahas arti dari suit up ini. Oh iya, saya juga punya youtube channel, support saya dengan subscribe di youtube channel saya dengan mengklik DI SINI ya. 
Arti Suit UpKalau diartikan secara kata per kata [suit] itu artinya jas, dan kalau kalian mengetikkan kata [suit] di Google, kemudian kalian klik di bagian images, maka kalian akan mendapatkan gambar-gambar seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
[Up] itu artinya adalah [atas]. Kalau diartikan secara kata per kata, terjemahannya bakalan aneh yaitu,Jas atas. Aneh kan? Dan sebenarnya arti sebenarnya dari [suit up] itu bukanlah [jas atas]. 
     Baca juga: Arti I Don't Know What You Mean
Sekarang, mari ki…

Mengenal Linking Verb

Mengenal Linking Verb
Kali ini kita akan membahas mengenai linking verb. Sebelumnya kita sudah pernah membahas mengenai verb, apa sih verb itu. Verb kita kenal sebagai kata kerja kan kalau kita artikan ke dalam bahasa Indonesia.

Verb biasanya merupakan sebuah tindakan atau sebuah kegiatan yang dilakukan oleh si subjek, nah tapi ada juga verb yang tidak menunjukkan sebuah kegiatan.

Dalam hal ini linking verb adalah verb yang tidak menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh si subjek melainkan linking verb menunjukkan keadaan atau kondisi (state of being) dari si subjeknya.

Jadi linking verb ini tidak menjelaskan kegiatan yang dilakukan oleh si subjek melainkan linking verb ini menjelaskan keadaan si subjek atau state of being dari si subjek tersebut.


Linking Verb Adalah Sama Dengan

Karena linking verb tidak menjelaskan mengenai kegiatan yang dilakukan oleh si subjek melainkan linking verb ini menjelaskan mengenai keadaan di subjek maka kita bisa mengganti linking verb ini dengan tanda sama dengan (=).

Linking verb ini jadi fungsinya seperti hanya menghubungkan saja antara subjeknya dengan kalimat lain setelah linking verb tersebut. Misalnya kita lihat pada contoh kalimat di bawah ini,
I am hungry. (Saya lapar)
Nah "am" itu merupakan yang disebut dengan linking verb karena "am" itu hanya menghubungkan antara I dengan kata adjective yaitu hungry. Linking verb ini hanya menghubungkan saja, dan dia tidak menggambarkan tindakan yang lagi dilakukan oleh si subjeknya.

Itu kalau kita berhubungan dengan to be verb ya, contoh kalimat lain dengan to be verb misalnya,
He is a student. (Dia seorang pelajar)
Nah "is" disini adalah juga merupakan linking verb.


Linking Verb Selain To Be Verb

Nah kalau to be verb sudah jelas terlihat menunjukkan keadaan atau state of being dari si subjeknya, sementara ada lagi verb yang bukan merupakan to be verb yang berfungsi menghubungkan antara subjek dengan keterangan keadaan si subjek tersebut. Misalnya kata-kata seperti feel, appear, seem, remain, smell, stay, sound, grow, continue, taste, turn, prove.

Ketika kata-kata ini tidak menunjukkan tindakan dan hanya berfungsi menunjukkan keadaan atau state of being dari si subjeknya maka kata tersebut dikatakan sebagai linking verb. Misalnya saya ambil contoh untuk kata prove, dimana kata ini bisa menjadi linking verb atau bisa menjadi verb. Ini contoh kalau kata prove menjadi sebuah linking verb,
Our efforts proved useless. (Usaha kita ternyata sia-sia)
Nah "prove" disini tidak menunjukkan kegiatan yang dilakukan, tapi menunjukkan keadaan bahwa usaha kita itu sia-sia. Dia tidak menunjukkan melakukan tindakan sementara kita lihat pada contoh kalimat di bawah ini yang juga menggunakan kata "prove",
He proved his strength by doing 50 pushups. (Dia membuktikan kekuatannya dengan melakukan 50 pushup).
Pada contoh kalimat di atas jelas bahwa "prove" pada kalimat di atas itu menunjukkan suatu tindakan yaitu berusaha untuk membuktikan. Dia berusaha untuk membuktikan, usaha membuktikan ini bukan keadaan dari si subjek namun merupakan usaha atau tindakan yang dilakukan oleh si subjek. Oleh karena itu kata "prove" pada kalimat he proved his strength by doing 50 pushups bukan merupakan linking verb.

Kita lihat pada kalimat-kalimat di bawah ini dimana kata-kata ini di dalam kalimat di bawah ini semuanya merupakan linking verb.
I feel close to my dog.

The doctor appears calm.

I remain confused by the lecture.

That sounds like a good idea.

We grew hungry when we smelled the fried chicken.

I continue to think the world of my math teacher.

The cake tastes delicious.

The milk turned sour in the heat.
Nah itu kata-kata yang saya tulis dengan warna merah itu menunjukkan linking verbnya. Dan kalau kita mengacu yang tadi saya sebut bahwa linking verb itu bisa digantikan dengan tanda sama dengan (=) itu kita bisa melihat dari kalimat di atas.

Misalnya saya ambil satu kalimat ya,
 The doctor appears calm.
Yang mana kalau saya artikan terlebih dahulu dalam bahasa Indonesia kan artinya "Dokter itu terlihat tenang". Nah kalimat di atas linking verbnya bisa saya ganti dengan tanda sama dengan seperti di bawah ini,
The doctor = calm.
Karena kan memang dokternya terlihat tenang, dia tidak melakukan suatu tindakan apapun untuk membuat dirinya terlihat tenang. Appears pada kalimat di atas menunjukkan keadaan atau state of being dari si dokter tersebut yaitu tenang. Jadi dalam hal ini kata "appear" pada kalimat tersebut adalah merupakan linking verb.

Jadi kalau kita bisa mengganti linking verb tersebut dengan tanda sama dengan (=) bisa dipastikan bahwa memang kata tersebut merupakan linking verb. Kita lihat contoh di atas lagi ya saya comot dan kita coba analisa,
We grew hungry when we smelled the fried chicken.
Saya artikan dulu ke dalam bahasa Indonesianya yaitu, "Kami menjadi lapar saat kami mencium bau ayam goreng". Nah dalam hal ini "grew hungry" atau menjadi lapar bukan sesuatu tindakan yang dilakukan tapi satu keadaan yang terjadi begitu saja. Jadi menunjukkan keadaan dari kami, yang jadi lapar saat mencium bau ayam goreng.

Oleh karena itu kata "grew" disini adalah termasuk linking verb.

Daftar Linking Verb

Berikut ini adalah daftar linking verb yang biasanya kita temui yaitu :
  1. Bentuk-bentuk dari verb to be, antara lain am, are, is, was, were, will be, shall be, has been, have been, had been, could be, should be, would be, might have been, could
    have been, should have been, shall have been, will have been, must have
    been, must be. 
  2. Verb yang berhubungan dengan panca indera, misalnya kata-kata seperti look, sound, taste, smell, feel.
  3. Kata-kata yang dekat dengan penggambaran keadaan dari si subjek, misalnya kata-kata seperti appear, seem, grow, remain, stay.
Kira-kira seperti itu teman-teman pembahasan kita mengenai mengenal linking verb ini. Saya sudahi dulu sampai disini ya mengenai linking verb ini. Nanti kalau ada tambahan dari apa yang kira-kira perlu saya tambahkan juga agar kita bisa lebih mengerti lagi dan paham mengenai linking verb ini tentunya akan saya tambahkan lagi.

Mungkin saya akan nanti membuat artikel baru lagi yang berhubungan dengan artikel yang saya buat kali ini. Kalau begitu saya ucapkan selamat menyimak apa yang saya sharingkan kali ini mengenai linking verb, semoga bisa bermanfaat dan berguna untuk kita semua tentunya ya. Wassalam.

Comments