Arti the Hell

Halo teman-teman, ketemu lagi dengan saya, Iman Prabawa. Kali ini saya mau membahas mengenai arti [the hell] yang biasanya sering kita temui digabungkan dengan kata tanya seperti misalnya why, where, who dan how. Sering kan kita melihat di film kalimat seperti misalnya, "What the hell is that?" 

Nah kata [the hell] di situ itu fungsinya apa dan artinya apaan sih? Itu yang akan kita bahas di artikel kali ini.

Arti the Hell

Kalau kalian suka dengan sharing-sharing saya di blog ini, kalian bisa mentraktir saya kopi agar saya bisa lebih semangat lagi membuat artikel-artikel yang berguna.

Trakteer Saya

Kalau begitu yuk langsung saja yuk kita mulai! 

Arti the Hell

Nah kebetulan saya menemukan penjelasan dari apa sih sebenarnya [the hell] yang ada di kalimat tanya di youtube channelnya Learn English With TV Series. Kalian bisa tonton video aslinya  DI SINI. Di menit 3:17 silakan kalian tonton penjelasannya.

Atau kalian bisa tonton bagian yang sudah saya potong biar langsung cepat ke penjelasan yang diberikan oleh si Ethan. Silakan ditonton potongan video di bawah ini.


Saya tulis di bawah ini ya apa yang dia katakan di cuplikan video di atas, baru kemudian saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
The hell is a phrase that is informally used to make a statement or question more forceful/strong when collocated with question words such as why, where, who, and how. Also, it is often used in order to express anger and can be considered rude.
Yang kalau saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia terjemahannya kurang lebih,
The hell adalah frasa kata informal yang digunakan untuk memberikan penekanan terhadap sebuah pernyataan atau pertanyaan. Biasanya frasa kata the hell ini digabungkan dengan kata tanya seperti why, where, who dan how. Juga, frasa kata the hell ini seringkali digunakan untuk mengekspresikan kemarahan dan dapat terbilang kasar.
Jadi, intinya kata [the hell] itu untuk menekankan aja. Arti dari kata [hell] itu sendiri kalau kalian lihat di kamus artinya adalah [neraka]. Ini termasuk kata yang cukup kasar untuk orang-orang yang bahasa pertamanya Bahasa Inggris.

Kalau di Bahasa Indonesia, [the hell] itu kaya kata-kata [sih, njir, nyet] dan lain-lain. Saya kasih contoh misalnya kalimat ini.
What the hell is this? (Apa sih ini?)
Tapi karena [hell] di situ termasuk kata yang "kasar" maka mungkin lebih tepat kalau diterjemahkan sebagai,
What the hell is this? (Apa ini, njir?)
Tapi silakan aja kalau kalian mau menerjemahkannya dengan menambahkan kata [sih] biar ngga terlalu kasar misalnya, tapi yang jelas kata [sih] lebih memberikan penekanan ketimbang kalimat yang ngga ada kata [sih]-nya.

Ini kalau kata [the hell]-nya dihilangkan dan menjadi
What is this? (Apa ini?)
Artinya tetap sama aja, ngga ada bedanya. Bedanya cuma yang ada [the hell] lebih menekankan. Kalau di Bahasa Indonesia yang ada [the hell]-nya saya terjemahkan sebagai ada tambahan [njir] atau kalian juga bisa tambahkan gaya biasa kalian, entah itu [nyet] atau kata apalah yang untuk menekankan.

     Baca juga: Arti Kiddo

Lalu di penjelasan di video tersebut dikatakan juga bahwa [the hell] ini seringkali digunakan untuk mengekspresikan kemarahan. Untuk contoh-contoh adegan filmnya, kebetulan saya sudah membuat artikel Arti What the Hell, silakan kalian tonton di sana contoh adegannya.

     Baca juga: Arti What the Hell

Bisa kalian lihat sendiri, di artikel itu juga saya jelaskan kok, kalau kata [the hell]-nya saya hilangkan, maka sebenarnya artinya tidak berubah, cuma kalau [the hell]-nya hilang, penekanan atau rasa marahnya juga jadi hilang.

Makanya si Ethan dari youtube channel Learn English With TV Series menjelaskan bahwa [the hell] ini biasanya digunakan untuk mengekspresikan rasa marah. Kaya misalnya di Bahasa Indonesia kalimat berikut ini,
Apaan ini?
Dengan,
Apaan sih ini?
Kata [sih] di situ ngga merubah arti kan? Tapi kata [sih] itu bisa menyiratkan rasa marah, misalnya seseorang baru keluar dari ruangan terus melihat ada yang berantakan di ruangan. Dia kesal karena kok ruangannya jadi berantakan, makanya ada sisipan kata [sih] di kalimat yang dia gunakan. Itu maksudnya, jadi [the hell] itu kalau secara arti ngga ada artinya tapi hanya untuk menambahkan emosi dan penekanan aja di kalimat tersebut.

Contoh-contoh Penggunaan the Hell

Di bagian ini kalian akan melihat contoh-contoh penggunaan [the hell] yang saya ambil dari cuplikan adegan-adegan dari film kebanyakannya sih sehingga kalian bisa melihat sendiri bagaimana mereka menggunakan frasa kata [the hell] ini dan di konteks yang berbeda-beda itu nantinya diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesianya seperti apa.

Get + the Hell

Cuplikan adegan yang pertama ini, saya ambil dari film Jumanji, Welcome to the Jungle (2017). Mari kita tonton cuplikan adegannya di bawah ini.


Percakapan yang terjadi di cuplikan adegan di atas beserta terjemahan Bahasa Indonesianya adalah sebagai berikut.

Dr. Bravestone: Weakness. None? (Kelemahan. Ngga ada?)

Ruby: How'd you do that? That, uh, list? (Loe gimana itu tadi bisa kaya gitu? Bisa keluar daftar kaya gitu.)

Dr. Bravestone: Well, I just-- I think I just pressed my enormous left pec. (Kayanya tadi itu gue cuma mencet bagian dada kiri gue yang besar ini deh.)

Finbar: It's like the boob area. Let me show you. (Itu kaya di bagian toket loe gitu. Sini gue tunjukkin.)

Ruby: Get the hell away from me. (Jauh-jauh loe dari gue, njir.)

Finbar: At least press it in front of us, so we know exactly how-- (Setidaknya pencetnya di depan kita, biar kita tahu gimana..)

Ruby: Strengths: Karate, T'ai chi, Aikido, Dance Fighting? (Kekuatan: Karate, Tai ichi, Aikido, Tari Pertarungan?)

Di cuplikan adegan di atas, si Ruby nanya, gimana bisa keluar daftar kekuatan dan kelemahan kaya gitu yang barusan dilakuin oleh Dr. Bravestone itu, terus dijawab sama Dr. Bravestone, dan kemudian si Finbar ngejelasin kalau tinggal teken aja di sekitar daerah dada.

Waktu si Finbar mau nunjukkin, si Ruby langsung nepis tangannya, karena di Ruby ngga mau dadanya disentuh sama si Finbar. Dia nepis tangan si Finbar sambil kaya agak kesal gitu,
Get the hell away from me. (Jauh-jauh dari gue, njir.)
Sebenarnya, artinya ngga ada bedanya kalau kata [the hell]-nya kita hilangkan dan menjadi,
Get away from me. (Jauh-jauh dari gue.)
Tapi kata [the hell] ini menunjukkan emosi di situ. Si Ruby bete karena si Finbar itu mau nunjukkin caranya yang berarti dia bakalan megang dadanya dia, dan dia ngga mau itu terjadi.

Di terjemahan ini, saya menambahkan kata [njir] sebagai terjemahan dari kata [the hell] yang diucapkan untuk menunjukkan emosi agak kesal dan jijik kalau sampai dadanya disentuh sama si Finbar.

Who + the Hell

Mari kita tonton cuplikan adegan yang saya ambil dari film Gotham, Season 1 Episode 1, di bawah ini, di mana diucapkan [who the hell].


Situasi di cuplikan adegan tersebut, ada sepasang suami istri yang dibunuh oleh seorang penjahat. Mereka satu keluarga sedang berjalan, ibu, bapak dan anaknya dan kemudian tiba-tiba ada penjahat yang menodong mereka dengan pistol meminta uang mereka, dan setelah dikasih, mereka ditembak kecuali anaknya. Anaknya dibiarkan hidup.

Lalu ada yang menjemput si anak tersebut, dan kemudian si polisi yang melihat orang tersebut berkata,
Who the hell is that?
Yang di sini saya terjemahkan sebagai,
Siapa sih itu?
Saya di sini tidak menggunakan [njir, nyet] atau kata-kata kotor yang lainnya dan lebih menggunakan [sih] karena si polisi itu penasaran dan ingin tahu. Kalian bisa membedakan ngga antara,
Siapa itu?
Dengan
Siapa sih itu?
Kalau yang pake [sih] itu lebih ingin tahu kan? Ketimbang yang tidak ada kata [sih]-nya. Jadi, ngga selalu [the hell] itu diartikan dengan [njir, nyet, kampret]. kita perlu ngelihat situasinya dulu aja. Tapi intinya [the hell] itu memberikan penekanan seperti penggunaan kata [sih] yang saya gunakan di kalimat terjemahan di atas.

What + the Hell

Cuplikan adegan yang pertama ini, saya ambil dari film MacGyver, Season 2 Episode 4 (2016).


Percakapan yang terjadi di cuplikan adegan di atas beserta terjemahan Bahasa Indonesianya adalah sebagai berikut.

Jack: Bozer, what the hell are you doing? (Bozer, loe itu ngapain sih?)

Bozer: I'm coming. (Gue ikut.)

Jack: No, you're not. (Ngga, loe ngga ikut.)

Bozer: Mac's my best friend. I'm going. (Mac itu teman baik gue. Gue ikut.)

Jack: Hey, look, I know you want to help, okay? But this is Murdoc we're talking about. You remember him, right? (Eh, gue ngerti kok kalo loe mau ikutan ngebantu. Tapi yang kita hadepin kali ini tu si Murdoc. Loe inget dia, kan?)

Bozer: Of course. (Ya iyalah, inget.)

Di situasi di atas, si MacGyver diculik dan kemudian setelah ditemukan di mana MacGyver berada, Jack dan Cage langsung mau berangkat ke sana, tapi kemudian Bozer menghalangi karena dia mau ikutan juga.

Waktu si Jack mundurin mobilnya terus dicegat sama Bozer yang mau ikut, si Jack keluar dan ngomong,
Bozer, what the hell are you doing? (Bozer, loe itu ngapain sih?)
Kalian perhatikan sebenarnya artinya sama aja kalau [the hell]-nya saya hilangkan menjadi,
Bozer, what are you doing? (Bozer, loe itu ngapain?)
Kalau ditambahin kata [the hell] saya menerjemahkannya dengan menambahkan kata [sih] di situ, dan bedanya, kalimat yang ada kata [the hell]-nya lebih menekankan seperti kalimat yang ada kata [sih] dengan tidak ada kata [sih]-nya kalau di Bahasa Indonesia.

Perhatikan ekspresinya si Jack ketika mengucapkan kalimat yang ada kata [the hell]-nya, di situ dia kesal, dan kaya ngomong, "Ini orang ngapain sih?!" Dia kesal karena sewaktu dia harus buru-buru berangkat tiba-tiba si Bozer menghalangi di belakangnya. Itulah makanya kenapa kata [the hell] ditambahkan di situ, untuk nambahin emosinya, tapi arti secara kalimatnya sebenarnya tidak berubah.

Cuplikan adegan yang kedua ini, saya ambil dari film serial TV, This Is Us, Season 3 Episode 12 (2016). Mari kita tonton cuplikan adegannya di bawah ini.


Di situ si Nicky mengatakan kalimat [what+the hell]. Kalimat yang dia ucapkan adalah,
I didn't know what the hell he was talking about.
Yang mana kalau saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya adalah,
Aku jugga ngga tahu tuh maksudnya apaan.
Nah, jadi di sini [the hell] saya terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai [tuh]. Kalau yang di cuplikan sebelum ini kan diartikan sebagai [sih] ya? Jadi, ngga selalu pasti terjemahan dari [the hell] itu [sih], kita perlu melihat konteks dan situasinya dulu.

Where + the Hell

Mari kita tonton cuplikan adegan di bawah ini. Ini dari film Gotham, Season 1 Episode 1.


Percakapan yang terjadi di cuplikan adegan di atas beserta terjemahan Bahasa Indonesianya adalah sebagai berikut.

Montoya: Come on, Bullock, you know you're scared of this case. (Ayolah Bullock, gue tahu loe takut sama kasus ini.)

Harvey: You damn right I'm scared! (Ya iya gue takut!)

Montoya: So, then do the right thing for once. (Ya kalau gitu, sekali-sekali lakukan hal yang benar lah.)

Harvey: "For once"? Where the hell you get the nerve to say that to me? You can kiss my ass. (Sekali-sekali? Loe punya keberanian darimana sih ngomong kaya gitu ke gue? Nih, loe bisa cium pantat gue.)

Allen: Okay, you be that way, brother. Just trying to be collegial here. (Oke, ngga papa loe kaya gitu, bro. Kita cuma mau ngebantuin loe aja kok.)

Perhatikan kalimat yang diucapkan oleh Harvey,
Where the hell you get the nerve to say that to me?
Sebenarnya sih di kalimat ini ada kata [did] yang dia tidak ucapkan, dan memang biasanya kalau di film-film banyak yang dihilangkan, seperti misalnya [are you okay?] menjadi hanya [you okay?]. Jadi, sebenarnya kalimat utuhnya adalah,
Where the hell did you get the nerve to say that to me? (Loe punya keberanian darimana sih ngomong kaya gitu ke gue?)
Kalau [the hell]-nya dihilangkan, maka artinya sebenarnya ngga berubah, cuma saya hilangkan kata [sih] aja dari situ.
Where did you get the nerve to say that to me? (Loe punya keberanian darimana ngomong kaya gitu ke gue?)
Ada penekanannya kan dengan ada tambahan kata [sih] di situ? Bisa ngerasain? Nah, itulah fungsi [the hell] di dalam sebuah kalimat. Ada rasa marah dan kesal juga di situ ketika dia menambahkan [the hell] di kalimatnya.

     Baca juga: Arti Back in the Day

Contoh yang ini diselipkan aja, dan cuplikan adegan ini saya ambil dari film serial TV, This Is Us, Season 3 Episode 8 (2016). Mari kita tonton cuplikan adegannya di bawah ini.


Nah, di cuplikan adegan ini si Jack mengatakan kalimat,
You need to wake the hell up. (Kamu perlu bangun deh.)
Yang mana sebenarnya artinya sama persis kalau frasa kata [the hell]-nya kita hilangkan menjadi kalimat berikut,
You need to wake up. (Kamu perlu bangun.)
Kalian lihat, penambahannya cuma menambahkan kata [deh] doang kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, artinya ngga berubah tapi menambahkan emosi di situ.

Pantengin terus aja makanya blog saya ini ya. Saya rasa sekian dulu ya artikel mengenai penjelasan arti the hell ini. Kalau saya menemukan adegan yang lain, Insya Allah akan saya update lagi artikel ini. Bye now.

Comments